Link

Album Foto Peluncuran #ASMARA Digital oleh CIS Timor, Kupang, NTT 28/6/2103

Album Foto Peluncuran #ASMARA Digital oleh CIS Timor, Kupang, NTT 28/6/2103

Album Foto Peluncuran #ASMARA Digital re Ring for Change program oleh CIS Timor untuk mendukung perempuan desa menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah melalui pesan pendek

Image

Collaboration works with local government, partners and private sector

LISTEN Project runs DIGITAL MUSRENBANG #ASMARA Digital

Digital Musrenbang is an innovation which has been developed by local partners to integrate the voice of the women and poor household families in developing their planning and budgeting. The innovation is part of the Ring for Change Project which have been implemented by local partner CIS Timor working together with the Regional Development Planning Board or BAPPEDA of Kupang District, East Nusa Tenggara Province supported by Oxfam and Nokia.

Locally, CIS Timor named the programme #ASMARADigital. it is an abbreviation for Digital People’s Aspiration in which it conveys the message and voicing the women’s aspiration to be heard by the government and local councilors.

Technical infrastructure and budget limitations are the biggest challenges that have been faced by the development planners to conduct intensive consultations with women and marginalized households in the planning of the development.

It is quite often that women and marginalized households could not attend the Musrenbang meeting due to the mismatch of time and lack of information. As a result, participation in the meeting is limited and less accommodated the aspirations of women in development planning. The plans that emerged from the meeting mostly were still broad that has made the access of the women and marginalized households from village budget are limited.

Realizing this, Kupang regency government felt the need to find creative solutions to barriers in the planning of this development could be addressed.

The creative ideas in the form of the use of mobile phone technology to facilitate communication in the process of collecting citizens’ aspirations.

Devices Digital Musrenbang
Digital Musrenbang consists of 3 main components. First: mobile phones as a means to convey the aspirations of women and marginalized households that accepted by the construction planners in the District. Second: Connecting network, ie the receiving device that is managed by the CIS Timor.

CIS TIMOR manage the devices that could compile the aspirations of women and marginalized households to BAPPEDA. The third device is a network receiver device. The recipient is a mobile phone network that serves as a collector of  the aspirations of the women’s group and marginalized households. The receiver network devices are located at BAPPEDA office.

Digital simulation Musrenbang
Digital Musrenbang current simulation is an activity to introduce the use of models of mobile phone technology in development planning. The simulation is conducted in Kupang district as a form of collaboration between CIS TIMOR with BAPPEDA. Based on the results of this simulation the disadvantages and advantages of the system will be evaluated. The result of the evaluation will then be implemented in 4 districts in West Timo such as  Kupang, Timor Tengah Utara and Timor Tengah Selatan and Belu district.

Ring for Change Project
Ring for Change Project is a collaborative initiative between Oxfam and Nokia that aims to develop a model of the implementation of communication technology particularly in the mobile phone to support groups of women and marginalized households to convey their aspirations in the process of development planning at the local level. This activity started in 2012 and will last until 2014. The various parties involved in the implementation of  this initiative are CIS Timor, OpenDream, Government of Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan and Belu district.  This initiative manifested in the form of a grant of 400 mobile devices in the 12 groups of women in 12 villages in these districts.***

#ASMARA Digital untuk Kemajuan Perempuan

Press Release

Kantor Bupati Kupang Jumat 28 Juni 2013

 Peluncuran “ASMARA Digital”

 The Circle of Imagine Timor (CIS Timor) bekerjasama dengan Oxfam dan didukung Nokia meluncurkan program Asmara Digital atau Aspirasi Masyarakat Digital.  Program ini didukung oleh pemerintah kabupaten Kuapng. Asmara Digital adalah salah satu bentuk  dukungan kepada kelompok perempuan agar dalam kegiatan hariannya memiliki akses mekanisme komunikasi digital melalui pertukaran layanan pesan pendek (Short Messege Service) yang disebut Ring for Change atau Dering Perubahan.

CIS Timor dengan dukungan Oxfam dan Nokia saat ini bekerja di wilayah Kabupaten Kupang, khususnya di 6 desa/kelurahan Naibonat, Merdeka, Tanah Merah, Raknamo, Oebelo, dan Oefafi untuk penguatan dan peningkatan kapasitas perempuan desa untuk ikut serta dalam pembangunan. Mekanisme komunikasi yang disebut “ASMARA Digital” ini dimaksud sebagai sarana bagi perempuan dan masyarakat dalam desa untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung kepada para pengambil keputusan. CIS Timor telah mengembangkan inovasi ini untuk menyuarakan aspirasi kaum perempuan dan rumah tangga rentan dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam perencanaan dan penganggaran.

 Upaya mendukung perempuan dan masyarakat desa memiliki akses Asmara Digital karena adanya keterbatasan prasarana teknis dan anggaran merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh perencana pembangunan dalam melakukan konsultasi intensif dengan  perempuan dan rumah tangga marjinal dalam proses perencanaan pembangunan.

Seringkali terjadi perempuan dan lainnya dari rumah tangga termarjinal tidak dapat menghadiri pertemuan Musrenbang karena ketidakcocokan waktu dan kekurangan informasi. Akibatnya, partisipasi menjadi terbatas dan aspirasi perempuan kurang terakomodasi dalam perencanaan pembangunan serta akses perempuan dan rumah tangga marjinal atas anggaran desa menjadi terbatas. Menyadari hal itu mitra merasa perlu untuk menemukan solusi kreatif sehingga hambatan dalam perencanaan pembangunan ini dapat diatasi. Gagasan kreatif tersebut berupa pemanfaatan teknologi telepon genggam untuk memfasilitasi komunikasi dalam proses pengumpulan aspirasi warga.

 Asmara Digital adalah bagian dari Ring for Change Project yang merupakan inisiatif kolaboratif antara Oxfam dan Nokia  bertujuan untuk mengembangkan model implementasi teknologi komunikasi khususnya telepon genggam dalam membantu kelompok perempuan dan rumah tangga marjinal menyampaikan aspirasi, rencana, serta mengikutsertakannya dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat lokal. Kegiatan ini dimulai pada 2012 dan akan berlangsung hingga 2014. Inisiatif ini diwujudnyatakan melalui pemberian hibah 400 unit telepon genggam kepada 10 kelompok perempuan yang berada di 10 desa di kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan dan Belu. Berbagai pihak ikut berkolaborasi dalam mengimplementasikan inisiatif ini yakni CIS Timor dan OpenDream.

CIS Timor adalah  lembaga perkumpulan relawan di Timor barat yang mendukung kerja pencegahan konflik, Pengurangan Resiko bBencana, peningkatan akses terhadap air minum dan penyehatan lingkungan serta pemajuan hak perempuan dan advokasi perubahan kebijakan pemerintah yang pro perempuan dan orang miskin.

 Kontak Narasumber:

 Direktur CIS Timor Winston Rondo 0811383960 dan email: winstonrondo@gmail.com

Image

Peluncuran #ASMARADigital Ring for Change Project di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

CIS Timor didukung meluncurkan #ASMARADigital pada hari Jumat 28 Juni 2013 sebagai sarana mendukung penyampaian aspirasi perempuan desa kepada pemerintah di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur

MUSRENBANG DIGITAL

 

Musrenbang Digital adalah inovasi yang dikembangkan oleh mitra lokal untuk mengintegrasikan suara perempuan dan rumah tangga miskin dalam perencanaan dan penganggaran. Inovasi ini merupakan bagian dari proyek Ring for Change yang diimplementasikan oleh mitra lokal, CIS Timor, dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur atas dukungan dari Oxfam dan Nokia.

Keterbatasan prasarana teknis dan anggaran merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh perencana pembangunan untuk melakukan konsultansi intensif dengan perempuan dan rumah tangga  marjinal dalam perencanaan pembangunan. Kerap kali, perempuan dan rumah tangga marjinal tidak menghadiri pertemuan Musrenbang karena ketidakcocokan waktu dan kekurangan informasi. Akibatnya, partisipasi menjadi terbatas dan aspirasi perempuan kurang terakomodasi dalam perencanaan pembangunan. Rencana yang muncul masih bersifat umum sehingga akses perempuan dan rumah tangga marjinal atas anggaran desa menjadi terbatas.

Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang merasa perlu untuk menemukan solusi kreatif sehingga hambatan dalam perencanaan pembangunan ini dapat diatasi. Gagasan kreatif tersebut berupa pemanfaatan teknologi telepon genggam untuk memfasilitasi komunikasi dalam proses pengumpulan aspirasi warga.

Perangkat Musrenbang Digital

Musrenbang Digital terdiri atas 3 komponen utama. Pertama: telepon genggam sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi perempuan dan rumah tangga marjinal sehingga dapat diterima oleh perencana pembangunan di Kabupaten. Kedua: Jaringan penghubung, yaitu perangkat penerima aspirasi yang dikelola oleh CIS TIMOR. CIS TIMOR mengelola perengkat ini sehingga dapat mengkompilasi masukan aspirasi dari perempuan dan rumah tangga marjinal kepada BAPPEDA. Perangkat terakhir adalah jaringan penerima. Jaringan Penerima adalah telepon genggam yang berfungsi sebagai pengumpul aspirasi yang disampaikan oleh kemlompok perempuan dan rumah tangga marjinal. Jaringan penerima ini berada di BAPPEDA.

Simulasi Musrenbang Digital

Simulasi Musrenbang Digital saat ini adalah kegiatan untuk memperkenalkan model pemanfaatan teknologi telepon genggam dalam perencanaan pembangunan. Smulasi hanya dilakukan di Kabupaten Kupang sebagai bentuk kolaborasi antara CIS TIMOR dengan BAPPEDA Kabupaten Kupang. Berdasarkan hasil simulasi ini maka kelemahan dan keunggulan sistem akan dievaluasi. Hasil evalusai selanjutnya akan diterapkan di 4 kabupaten di Timor Barat yaitu Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, dan Belu.

Ring for Change Project

Ring for Change Project adalah inisiatif kolaboratif antara Oxfam dan Nokia yang bertujuan untuk mengembangkan model implementasi teknologi komunikasi khususnya telepon genggam dalam untuk membantu kelompok perempuan dan rumah tangga marjinal menyampaikan aspirasinya dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat lokal. Kegiatan ini dimulai pada 2012 dan akan berlangsung hingga 2014. Berbagai pihak ikut berkolaborasi dalam mengimplementasikan inisiatif ini yakni CIS Timor, OpenDream, Pemerintah Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu. Inisiatif ini diwujudnyatakan melalui pemberian hibah 400 unit telepon genggam kepada 12 kelompok perempuan yang berada di 12 desa di kabupaten-kabupaten tersebut.

Berbagi Pengalaman untuk Kesiapsiagaan

Image

 

ImageImageImageImageImage

Kota Padang dan sekitarnya dihantam gempa bumi yang melumpuhkan  hampir seluruh sendi kehidupan empat tahun silam. Sebuah tragedi. Semua meratap. Namun terlalu lama meratapi keadaan tak akan membuat yang sudah hilang akan kembali.

Tiga tahun berlalu Kota Padang kini berubah sudah. Pendampingan yang banyak dilakukan oleh lembaga-lembaga sosial kemanusiaan mulai menampakkan hasil. Salah satu perubahan yang kini bisa tertangkap mata adalah hampir di seluruh penjuru Kota Padang banyak ditemukan rambu-rambu evakuasi. Pengetahuan tentang kesiapsiagaan terus gencar disosialisasikan. Masyarakat hingga aparatur pemerintah ditingkatkan kapasitasnya, Kelompok Siaga Bencana dibentuk di seluruh nagari (setingkat desa).

Dengan semangat saling membagi pembelajaran inilah yang membuat pemangku kepentingan dari Kabupaten Kupang Tengah melakukan kegiatan studi banding ke Kabupaten Agam dan Padang Pariaman juga berdiskusi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Provinsi Sumatera Barat untuk memperoleh gambaran tentang upaya penanggulangan bencana secara utuh pada 18-20 Maret lalu. Saat ini di Kabupaten Kupang Tengah, Oxfam bersama CIS Timor sedang mengerjakan program pangarusutamaan PRB dalam kesiapsiagaan sektor air bersih, sanitasi, dan promosi kesehatan. Sedangkan di Kabupaten Agam dan Padang Pariaman, Oxfam bersama dengan PKBI Sumatera Barat dan Jamari Sakato sedang melaksanakan program membangun ketangguhan terhadap bencana.

“Harapan kami dari kegiatan ini adalah agar jejaring terbentuk karena salah satu upaya untuk mempercepat upaya kesiapsiagaan adalah dengan memperkuat jejaring untuk saling bertukar informasi dan pembelajaran,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kupang Tengah Lemuel Lewan yang didaulat sebagai ketua rombongan kegiatan kunjungan belajar ini. Lemuel menambahkan, secara ancaman Kabupaten Kupang Tengah sendiri rawan terhadap banjir, longsor, puting beliung, dan kekeringan.

Saat semua pihak menyadari  bahwa urusan pengurangan risiko bencana adalah tanggung jawab bersama, maka ketangguhan masyarakat akan segera terbentuk. Upaya untuk menyatukan bermacam komonen tadi salah satunya adalah melalui sebuah forum. Sejak dikukuhkan oleh Gubernur Sumatera Barat pada 30 September 2010, Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Sumatera Barat telah menjadi ajang untuk saling berbagi pembelajaran antar anggotanya yang berasal dari berbagai komponen masyarakat. Lebih dari 100 organisasi terlibat dalam inisiasi pembentukan forum ini.

Namun seiring berjalannya waktu, militansi anggota forum mulai teruji. Satu demi satu karena persoalan kesibukan atau mutasi, anggota yang aktif mulai menyusut. “Pembelajaran dari forum ini adalah masih sulit merangkul SKPD. Meski begitu, dengan dukungan penuh dari BPBD Provinsi, anggota yang aktif terus melakukukan upaya pengurangan risiko bencana di tingkat kabupaten atau kota. Termasuk mendorong terbentuknya Forum PRB di tingkat kabupaten atau kota,” kata Lany Verayanti anggota forum PRB.

Salah satu bentuk kegiatan rutin forum adalah diskusi yang oleh sering mereka sebut dengan coffee morning. “Justru melalui kegiatan coffee morning yang berkesan santai ini, ide dan aspirasi anggota bisa tersampaikan untuk kemudian dijadikan agenda bersama,” ujar Patra Rina Dewi salah seorang anggota forum. Forum PRB juga berfungsi membantu advokasi tentang masalah penanggulangan bencana, termasuk yang masih terus dilakukan hingga saat ini adalah agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat bisa memasukkan pengurangan risiko bencana dalam kurikulum sekolah.

Bagi Kabupaten Kupang Tengah, pembelajaran tentang forum ini menjadi penting, karena setelah pulang dari kunjungan belajar ini, mereka akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pengurangan Risiko Bencana. Pembelajaran dari Forum PRB provinsi Sumatera Barat akan berguna dalam pembentukan Pokja nantinya.

Kreativitas

Menggalang partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam usaha pengurangan risiko bencana bukan sebuah perkara yang mudah. Tetapi dengan kreativitas hal tersebut bisa disiasati. “Untuk mengajak masayarakat peduli dengan kegiatan pengurangan risiko bencana, kami gunakan banyak cara. Sosialisasi kami lakukan mulai dari warung kopi, kelompok pengajian, acara kesenian, perkumpulan olahraga hingga menjalin kerjasama dengan banyak ormas termasuk menggandeng para jurnalis dengan membentuk Komunitas wartawan Siaga Bencana Kabupaten Agam agar informasi pengurangan risiko bencana bisa menyebar luas,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito.

Upaya yang sama juga dilakukan oleh BPBD Kabupaten Padang Pariaman. Agar informasi mengenai pengurangan risiko bencana bisa diterima masyarakat, mereka banyak melibatkan tokoh adat sebagai pintu masuknya melalui pertemuan-pertemuan informal dengan masyarakat. Untuk mendapat masukan dan menjalin koordinasi, setiap hari Rabu, BPBD Kabupaten Padang Pariaman mengadakan pertemuan rutin dengan LSM. Komunikasi dengan kelompok siaga bencana juga rutin dilakukan melalui media radio komunikasi.

Selain di level pemangku kepentingan, kesiapsiagaan tersebut juga nampak di tingkat komunitas termasuk sekolah. Di Nagari Canduang Koto Laweh Kabupaten Agam dan Dusun Olo Desa Sunur, Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman, kelompok siaga bencana menjadi garda depan dalam kegiatan pengurangan risiko bencana.

Urusan air bersih menjadi persoalan besar di Nagari Canduang Koto Laweh yang berbukit-bukit. Bagi masyarakat problem ini berarti kerentanan karena bisa menimbulkan bencana bila tidak segera dicari jalan keluarnya.

Atas usulan kelompok siaga bencana dan pemerintah kecamatan akhirnya dari DPRD Kabupaten Agam membantu pembangunan sarana air bersih dan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK). Masih terkait persoalan air bersih, saat ini  yang masih dalam proses pengerjaan adalah pemipaan yang dananya berasal dari kontribusi warga dan pemasangannya dikerjakan secara gotong-royong.

Lain lagi kiprah kelompok siaga bencana Dusun Olo Desa Sunur, Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Pada saat gempa bumi 2009, daerah ini termasuk terkena dampak yang parah. Ancaman tsunami juga sangat dekat dengan mereka karena letaknya yang hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer dari bibir pantai. Pada saat bencana terjadi, sangat sulit untuk mendapatkan makanan dan obat-obatan. Keadaan ini membuat kelompok siaga bencana berinisiatif membuat kebun ketahanan pangan dan apotik hidup. Hasil dari kebun ini juga digunakan untuk membiayai keberlanjutan program dari kelompok siaga bencana.

Pada level sekolah upaya pengurangan risiko bencana juga sudah mulai dilakukan seperti yang dilakukan di SD Negeri 08 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Guru dan murid di sekolah ini sudah dilatih tentang upaya pengurangan risiko bencana termasuk kesiapsiagaan sektor air bersih, sanitasi, dan promosi kesehatan. “Luar biasa, anak-anak sudah bisa membuat peta ancaman risiko. Harapannya itu bisa diterapkan di Kupang terutama oleh beberapa sekolah yang sudah dijadikan model, sehingga bisa mempengaruhi sekolah-sekolah lain dalam upaya pengurangan risiko bencana,” komentar Matheos Kepala Bidang TK dan SD Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kupang Tengah setelah mengamati dan berdialog dengan pengelola SD Negeri 08 Nan Sabaris.

Inspirasi

Bagi delegasi Kabupaten Kupang Tengah, kunjungan belajar ke Provinsi Sumatera Barat ini ternyata sangat menginspirasi dan berkesan. “Kunjungan ini sangat berkesan bagi saya karena pembelajaran yang saya peroleh sangat luar biasa. Saya melihat koordinasi antara SKPD dan lembaga lain sudah sangat bagus. Di bidang sanitasi lingkungan sudah ada terjalin kerjasama yang mantap antara Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan PUSKESMAS,” kata Marylin Imelda Mooy dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Tengah. Zarniel Wolenka dari CIS Timor juga mengungkapkan hal yang senada bahwa kunjungan ini sangat menginspirasi dan memotivasi dirinya untuk melakukan yang lebih baik lagi terkait upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Kupang Tengah sepulangnya nanti. (Nugroho Arif Prabowo/Oxfam)***