
“Bu, airnya mati!” teriakan tersebut yang pertama kali menyambut saya setiba dirumah sore itu.
Paling susah memang kalau air tidak berfungsi. Pekerjaan rumah bisa sangat terganggu, mulai dari mencuci baju, piring bahkan sampai urusan mandi. Yang repot kalau air tidak mengalir sampai satu harian, sudah pasti saya harus membeli air berember-ember. Yang tentu saja harganya tidak murah. Hah, itu baru satu hari, saya sudah mengeluh!
Tidak dapat saya bayangkan bahwa dibelahan dunia lain, masih banyak manusia yang harus menderita akibat kekurangan air dan harus berjuang untuk mendapatkan air bersih. Ironisnya, itu terjadi setiap hari.
Keep reading →
Categories: Campaign · Development · Humanitarian
Tagged: Air Bersih, clean water, Development, Health, humanitarain, Nias, Rural Area, Sanitasi, sanitation, water, water-borne disease
by Yulia Immajati, Gender Advisor of Oxfam GB in Indonesia
It was one fine evening and I was enjoying my fried chicken in one of the street vendors’ tent along Jaksa street, Central Jakarta, when this soft touch on my shoulder made me turned my head to her. She was standing there, starring at me, with those pathetic look, asking for money. I stopped eating. I look back at her, well…to put it more precisely, I stared on her. I started feeling this rejection of giving money. I don’t give money to street children since I know very well that they are employed by those lazy adults who prefer to exploit these children rather than using their own labor to earn money. She stood still, with her right palm opened, just right in front of me. I sighed…poor one.. she was a pretty little one but looked dirty with her old dress, which I guessed was 1 size bigger than hers.
‘Have you had dinner?’ I asked. She shook her head, with her pathetic look still.
Keep reading →
Categories: Campaign · Development · Humanitarian
Tagged: anak jalanan, Campaign, Development, Humanitarian, Jakarta, Kemiskinan, oxfam, Poverty, Sexual harrasement, street childre

By Cynthia Dewi Maharani, Program Officer Building Opportunity
Tanggal 8 Maret lalu, saya selaku warga perempuan di dunia ikut merayakan “International Woman Day”. Sebuah hari besar yang dilatar belakangi oleh rangkaian perjuangan yang tidak mudah yang dilakukan oleh para kaum perempuan di berbagai dunia. Berbagai aksi telah dilakukan mulai dari jaman Yunani Kuno sampai ketika perempuan - perempuan paris menyerukan “liberty, equality, fratenity” bahkan sampai pada jaman perempuan Jawa Barat bernama Dewi Sartika mendirikan sakola Istri (sekolah perempuan) dan rangkain perjuangan - perjuangan perempuan lainnya yang dilakukan sampai masa kini.
Saya memperingati hari besar tersebut dengan merefleksikan diri saya sebagai perempuan di saat ini yang masih kerap mengalami ketidakadilan.
Keep reading →
Categories: Campaign · Development · Humanitarian
Tagged: Campaign, Cultural, Culture, Development, Education, Gender, Indonesia, International Women Day, Java, oxfam, Peran Perempuan, Perempuan, Politic, Social
“Rakyat Busung Lapar” demikian judul op-ed dari sebuah Koran nasional “Kompas” yang mencuri perhatian saya hari Selasa (25/03) lalu. Satu pertanyaan yang timbul dari di pikiran saya adalah ,”Kapan tragedi ini bakal berakhir?” Bukan kali ini saja saya membaca berita tentang gizi buruk, kelaparan dan busung lapar, sering kali malahan. Maka tak heran apabila Food and Agricultural (FAO) memberikan pernyataan yang lebih mengejutkan lagi, bahwa hampir seluruh wilayah di Indonesia termasuk daerah rawan pangan. Sementara pangan adalah masalah kunci bagi umat manusia dalam melangsungkan hidupnya.
Menurut data tahun 2005 dari Dinas Kesehatan dari Propinsi NTT, tercatat sekitar 11,368 jiwa yang menderita kurang gizi; 2, 285 jiwa yang gizi buruk; dan 9 jiwa kelaparan. Sementara menurut sumber lain di tahun yang sama, di Papua, ada sekitar 69,883 jiwa yang menderita gizi buruk dan 58 orang yang meninggal dunia. Saya rasa jumlah ini mungkin saja semakin meningkat di tahun 2008 ini.
Keep reading →
Categories: Development
Tagged: Agricultural, Food, Food & Agricultural (FAO), Food Security, Gizi Buruk, Kedaulatan Pangan, Kelaparan, Komnas Ham, NTT, oxfam, Pulau Tunda